APBD Perubahan 2026 Batal Bursah Zanubi Malu ke Masyarakat Lahat

Lahat,- Secara mengejutkan Bupati Lahat Bursah Zarnubi mengakui kesalahan dalam persoalan batalnya pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Lahat tahun 2026.

Pengakuan orang nomor satu di Kabupaten Lahat itu disampaikan saat pidato sidang paripurna DPRD Lahat di ruang sidang utama lc._saat pembahasan Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Dihadapan para wakil rakyat terselip penyesalan, karena anggaran yang semestinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, kini tak dapat direalisasikan tahun ini.

Bursah Zarnubi mengaku malu ke masyarakat, karena ada sisa anggaran yang seharusnya bisa diberikan untuk masyarakat tidak bisa di realisasikan.

Seharusnya pembahasan APBD Perubahan semestinya dilakukan lebih awal namun, proses tersebut idealnya dimulai pada April sehingga dapat dituntaskan pada Juli.

Namun, di Kabupaten Lahat, prosesnya justru molor hingga akhir September, sementara masih terdapat usulan yang hendak dimasukkan.

“Saya sudah beri peringatan keras ke seluruh OPD, termasuk Sekda selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” katanya.Meski APBD Perubahan 2026 batal dibahas, Bursah menerangkan, arah pembangunan dalam APBD Induk 2027 tetap berorientasi pada pembangunan dari desa.

Ia memastikan struktur rencana pembangunan tidak akan diubah hanya karena persoalan tersebut.Menurut Bursah, kemajuan desa jadi fondasi bagi perkembangan wilayah perkotaan.

“Kita akan menjalankan APBD ini sesuai aspirasi kita semua. Kita sudah tidak ada waktu lagi, hanya tinggal tiga tahun. Setidaknya tatakan dasar menata kota membangun desa sudah ada, sehingga bisa dilanjutkan periode berikutnya,” terangnya.

Bursah pun menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan penyusunan APBD Perubahan 2026. Ia berharap, pembahasan anggaran pada tahun-tahun berikutnya dapat berjalan tepat waktu, agar program pembangunan tidak menumpuk di penghujung tahun.

“Atas kesalahan kami dalam menyusun APBD Perubahan, kami mohon maaf. Semoga kedepan akan tepat waktu, Mei sudah pembahasan, Agustus sudah ketok palu. Sehingga pekerjaan setengah besar di penghujung tahun tetap bisa dilaksanakan,” sampai Bursah. (yud).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *